Jadi Sorotan Terkait Beberapa Kegiatan, Ini Jawaban Kadis Dikpora Minsel

yohanis, 21 Aug 2019,
Share w.App T.Me

MINAHASA SELATAN
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Minahasa Selatan (Dikpora Minsel) belakangan jadi sorotan. Pasalnya beberapa kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan Minsel menuai pertanyaan di beberapa kalangan masyarakat. Beberapa kalangan mempertanyakan mengenai adanya pungutan di perkemahan Pramuka, dan terkait pertanggung-jawaban dana Paskibra 2019 Minahasa Selatan.

Dikpora Minsel bagi beberapa pihak, terkait dua hal tersebut, diharapkan mampu menjawab dan menjabarkan ke publik.

Untuk diketahui, terkait kegiatan perkemahan Pramuka yang dilaksanakan di Kapitu, Amurang Barat 12-16 Agustus 2019 lalu. Banyak pihak mempertanyakan adanya pungutan dalam kegiatan perkemahan Pramuka tersebut. Yang membuat banyak orang tua siswa pada saat itu mengeluh karena sekolah membebani siswa dengan memungut biaya dengan besaran tertentu untuk kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Minahasa Selatan DR Fiebert Raco MPd, ketika diwawancarai wartawan di selah kegiatan HUT RI (17/08/2019) lalu, membenarkan bahwa ada pungutan dalam kegiatan perkemahan Pramuka tersebut. Namun ia menegaskan bahwa itu bukanlah pungutan liar melainkan sebagai uang pendaftaran untuk setiap sekolah yang mengikuti kegiatan Pramuka tersebut.

"Itu memang ada, pungutannya 250 ribu rupiah per 1 sekolah yang datang mendaftar," tegasnya.

Namun menurutnya, pungutan tersebut tidaklah membebani siswa karena ia yakini itu bisa diambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari setiap sekolah yang mendaftar.
"Uang pendaftaran kan paling mereka ambil dari BOS, lagipula ini kegiatan 2 tahun sekali" kata Raco.


Kemudian terkait dana Paskibra 2019. Beberapa pihak mempertanyakan laporan penggunaan dana Paskibra tersebut. Dikarenakan dana Paskibra bagi beberapa pihak sangat rentan untuk disalah-gunakan, seperti contoh kasus yang terjadi pada dana Paskibraka 2016 yang menyeret mantan Kadispora Minsel pada waktu itu.

Pada kesempatan yang sama, ketika dikonfirmasi kepada Kadis Fiebert Raco mengenai besaran dana paskibra tersebut, ia mengatakan bahwa untuk 2019 dana paskibra Minahasa Selatan sebesar 350 juta.

Untuk penggunaannya, ia mengatakan bahwa dana sebesar itu bahkan masih kurang jika dihitung dari banyaknya item penggunaannya.
"Dana paskibra 2019 ada 350 juta, dan itu kurang sebenarnya, tapi kalau untuk proses HUT Kemerdekaan, apa saja yang ada harus kita optimalkan," katanya.

Dijelaskannya bahwa, untuk honor buat pelatih dan semua yang terlibat dalam pasukan saja sudah mencapai hampir 100 juta rupiah. Untuk dana 350 juta menurutnya itu sudah termasuk makan minum (mami) dan lain sebagainya.

"Penginapan, makan minum, pakaian, dan honor. Honor besar, hampir 100 juta, untuk pelatih dan yang terlibat dalam pasukan. Tidak cukup sebenarnya," jelas Fiebert Raco.
(Toar)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu